16 Juli 2016

Manga Review: Assassination Classroom, Volume 8 by Yusei Matsui


Assassination Classroom #08
Pengarang: Yusei Matsui
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 192 halaman
Rating: 4 of 5 stars
Guruku bilang, "Saat menghisap ganja, kita belum tentu akan terlihat keren. Tapi, sudah pasti hidup kita akan sengsara.
Para murid kelas 3-E yang awalnya berlibur musim panas dikejutkan oleh adanya peyebaran virus misterius yang menyerang beberapa temannya. Diketahui ada seseorang yang sengaja menyebarka virus itu melalui minuman selamat datang; seseorang itu berjanji akan memberi obat penyembuhnya dengan cara menukar Koro-sensei. Ia meminta Nagisa dan Kayano menyerahkan Pak Koro kepadanya tanpa pengawasan siapapun. Pak Koro saat itu dalam bentuk bola (baca chapter sebelumya). Orang misterius itu berada di kamar hotel paling atas. 

Dia tahu bahwa orang yang kalah sekalipun hidup dengan memikirkan banyak hal, sama seperti dirinya. Orang dengan kesadaran seperti itu dengan sendirinya tak akan lagi meremehkan lawannya dalam pertarungan.
Anak-anak itu bersama Karasuma, Bu Irina dan Koro-sensei mulai menjalankan rencananya: memanjat tebing pulau lalu menyusup ke dalam hotel melalui pintu belakang. Okano paling cepat memanjat karena tubuhnya yang ringan, sedangkan teman-temannya agak kesulitan. Diikuti oleh Pak Karasume yang kesulitan memanjat-sambil menggendong Bu Irina, tangan kirinya menggenggam erat kantong berisi kepala Koro-sensei. Mukanya tetap datar. 
P.S: Di komik, pemakai ganja bisa menghentikan pemakaiannya dengan seketika. Namun pada kenyataannya, hal itu sulit sekali dilakukan. Masing-masing narkoba memiliki efek sampingnya sendiri. Jadi, sebaiknya kalian menghindari obat-obatan semacam ini.

Sesampainya di pintu belakang Karasuma langsung memimpin penyusupan. Keamanan hotel dijaga ketat oleh para bodyguard yang berjaga di sisi ruangan berbekal senjata berbahaya. Penjagaan seketat itu sangat menyulitkan mereka untuk menyusup ke ruang berikutnya. Bu Irina menggerutu sebal karena mereka tidak cepat menyusup, menurutnya itu sesuatu yang mudah dilakukan. Bu Irina langsung maju mendatangi para bodyguard tersebut dengan mengandalkan kepiawaiannya dalam berakting sebagai wanita yang sedang mabuk; mengalihkan perhatian. Yang lain pun bergerak perlahan menuju pintu darurat dan meneruskannya ke ruangan yang lain.
Teknik menghadapi orang dan teknik bernegoisasi aku yakin dua teknik itu akan menjadi 'pedang' yang hebat waktu kita terjun ke masyarakat nanti.


Setiap karakter mulai tumbuh lebih baik, karakternya semakin dewasa. Mereka pun makin kompak saling membantu satu sama lain. Ngomong-ngomong tokoh jahat di sini selalu terlihat creepy aneh-aneh aja. Saking lapar membunuh sampai-sampai moncong pistolnya dimasukkan ke mulut-kadang dicampur makanan. Terus si Karma walaupun masih kejam dia setidaknya bisa lebih menghargai lawan. Mungkin di masa depan dia bisa melampaui para pembunuh profesional. Bukan Ansatsu kalau tidak lucu, di sela penyergapan Nagisa harus menyamar sebagai wanita dan berbaur dengan teman perempuannya. Dan ada laki-laki sepantarannya yang naksir Nagisa -_-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...