03 Maret 2016

Manga Review: HEARTBEATS, Volume 4 by Konno Risa


HEARTBEATS #04
Pengarang: Konno Risa
Penerbit: m&c!
Tebal: 192 halaman
Tahun Terbit: 2015
Rating: 4 of 5 stars
Jarakku dan Arima sangat rumit. Tapi mungkin aku boleh berpikir kalau ini adalah jarak kami yang terdekat selama ini.
Tidak disangka oleh Tsukasa, Arima menyatakan cinta padanya. Ia seharusnya senang dengan hal tersebut, tapi karena kejadian ciuman-pertamanya-diambil-Hasebe, Tsukasa tidak bisa memberikan jawaban.Arima tidak keberatan untuk menunggu jawabannya. Arima secara terang-terangan menunjukkan sikap sukanya pada Tsukasa; duduk di sebelah Tsukasa saat presentasi kelas, berangkat-pulang sekolah bersama. Bahkan Arima suka berkata hal yang manis membuat Tsukasa tersipu malu.

Pagi hari, Arima dan Tsukasa berangkat ke sekolah bersama-sama, disela perjalanan mereka membicarakan persiapan festival budaya. Pada kesempatan itu Tsukasa berniat mengatakan kejadian yang dialaminya saat Festival budaya. Namun, baru mengucap sepatah kata teman-teman lainnya datang menyapa.
Bisa bicara blak-blakan tanpa ditutupi itu kelebihan Arima. Aku nggak rela kalau orang salah paham hanya karena sepotong percakapan seperti tadi. 
...Buatku asal Tsukasa mengerti, itu sudah cukup.
Festival budaya yang telah dinantikan akhirnya tiba. Tsukasa berpakaian tradisional Cina, memakai kostum kepala hantu tersenyum lebar untuk mempromosikan kupon diskon kafe hantu kelas 1-E. Arima justru berpakaian ala maid vampire dengan vest dan jubah hitam di punggungnya. Rambutnya pun dibentuk sedemikian kerennya hingga aku eh Tsukasa bersemu merah. Istirahat sebentar, Arima mengajak Tsukasa keliling sekitar. Mereka sempat berfoto bersama dengan jarak yang dekat.

source: haomeili. edited by me
Senja menjelang, festival segera usai. Anak-anak SMA Kitani sibuk membereskan barang-barang festival dan mempersiapkan api unggun sebagai penutup acara. Hasebe mendatangi Tsukasa untuk mengucapkan terima kasih sudah dilempar cincin saat dia termenung di halaman belakang sekolah jadi dia tidak ketahuan guru BP. Tsukasa hanya memberi respon seadanya sambil menuju ruang kelengkapan mengambil penyangga papan nama. Hasebe pun mengikutinya lalu menghalangi pintu ruangan. Tsukasa terkunci di ruang itu bersama.
....Bagaimana perasaannya saat mengatakan "tidak akan menyerah" meski harus mengalami cinta sepihak yang menyakitkan? Aku sekarang memahaminya. Kalau aku menyebut alasannya, nggak akan ada habisnya. Aku nggak bisa kalau bukan dia. 
Apa yang akan dilakukan Hasebe?!

Sebelumnya aku minta maaf karena sering menunda review komik kali ini karena disibukkan oleh tugas-tugas kuliah. Sebenarnya aku sudah ngedraft di aplikasi blog tapi berhubungan fakir kuota ya nggak kesimpen-simpen :') Oke skip. Menurutku si Arima pas di volume kedua sudah kelihatan suka sama Tsukasa tapi dibikin gantung apa gimana. Terus sikapnya Arima dibuat tegas menyeimbangi sikap Tsukasa yang apa-apa nggak enakkan. Nggak bisa nolak. Terlalu baiklah. Dan komik ini kayaknya belum memasuki ending soalnya adegan terakhirnya masih menggantung. Arima yang menatap curiga ke arah Hasebe :/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...