27 Februari 2016

Manga Review: HEARTBEATS, Volume 1 by Konno Risa


HEARTBEATS #01
Pengarang: Konno Risa
Penerbit: m&c!
Tahun terbit: 2014
Rating: 3 of 5 stars
Kenapa rasa suka itu tidak ada batasnya ya?
Cerita dimulai dengan flashback kedatangan anak baru di sebuah SMP. Anak baru itu namanya Arima Hayato. Di hari perkenalannya dia tenang dan jarang tersenyum. Pak Guru mempersilakan Arima duduk di sebelah ketua kelas, Tsukasa Shinohara. Tsukasa merasa Arima akan meledek namanya yang seperti nama anak laki-laki. Namun ternyata Arima justru memuji namanya itu.
Bagaimana caranya agar orang yang kita sukai menoleh pada kita?
Sejak saat itulah Tsukasa dan Arima menjadi akrab. Keakraban itu ternyata berdampak pada munculnya perasaan suka Tsukasa pada Arima yang hanya dipendam saja. Dua minggu sebelum kelulusan, Tsukasa dan Arima sedang berada di kelas mengemas buku-bukunya. Dirasa tepat, Tsukasa lalu menyatakan perasaannya. Dan jawaban Arima adalah tentu saja menolak. Dari awal Arima hanya menganggap Tsukasa sebagai teman perempuan tidak ada embel-embel perasaan. Namun Tsukasa tidak meyerah begitu saja. Ia justru memperjuangkan perasaannya.

Memasuki tahun ajaran baru. Tsukasa dan Arima bersekolah di SMA yang sama bahkan satu kelas lagi. Penampilan Arima yang ganteng di pagi itu membuat para murid perempuan di sana terpesona. Tsukasa pun kaget dengan reaksi cewek-cewek itu. Di lain kesempatan, Mayu-mantan pacar Arima datang menemui Arima di rumah. Tsukasa sedang jalan-jalan di sekitar rumah Arima tidak sengaja melihat pertemuan dua orang itu. Lalu tiba-tiba datang Hasebe mengajaknya pergi jalan-jalan, sekalian Arima & Mayu.
Apa boleh aku berpikir kalau aku masih punya peluang? Aku akan berjuang dengan sungguh-sungguh.

Komik ini tidak beda jauh dengan komik shojo yang lainnya-tentang persahabatan jadi cinta. Yang menarik di sini Tsukasa tipe cewek yang pantang menyerah dalam memperjuangkan perasaannya, sama dengan tokoh Kinoshita di komik Strobe Edge. Aku salut dengan sikap Tsukasa yang nggak malu-malu mengakui perasaannya, mengungkapkan kekagumannya pada Arima. I mean, nggak semua orang bisa bilang seperti itu ke orang yang disukainya, kan? Kalau kayak gitu yang ada juga pikiran untuk dijauhi. Tapi respo Arima ini curang banget, dia selalu mengatakan hal manis pada Tsukasa sampai-sampai blushing. Sedangkan dia nggak.

2 komentar:

  1. Saya baru tahu ada blog yang bahas komik. Wah, perkenalan bagus nih. Tapi saya belum cocok sama komik. Gambarnya bikin pusing ditambah ceritanya yang berseri bikin gemes malas, hahaha

    BalasHapus
  2. Hahaha pantengin terus ya blogya XD Mulai aja dari komik oneshot (satu volume selesai) jadi nggak males deh hehehe XD Terima kasih atas kunjungannya! :3

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...