12 Desember 2015

Manga Review: BORDER, Volume 2 by Kazuki Kaneshiro [Story] and Yua Kotegawa [Comic]


BORDER #02
by Kazuki Kaneshiro [Story] and Yua Kotegawa [Comic]
Penerbit: m&c!
Tebal: 192 halaman
Tahun Terbit: 2015
Rating: 4 of 5 stars
Sebenarnya aku ingin merasakan jatuh cinta. Tapi aku malah mati.
Halo, selamat pagi menjelang siang. Bulan baru, komik baru. Nggak nyangka ya, sudah di bulan Desember. Mumpung tanggal 9 Desember kemarin libur nasional karena ada Pilkada Serentak se-Indonesia, jadi aku menyempatkan diri pergi ke toko buku. Sampai sana aku malah labil mau beli komik yang mana. Sebenarnya sudah ada daftar belanja komik, tapi pas dekat tanggal itu cuma komik BORDER yang baru terbit. Ya sudah aku beli saja dan berlanjut dengan menulis review BORDER berikut ini XDb
Kisah Ishikawa sebagai polisi berlanjut dengan kasus-kasus yang makin rumit. Suatu hari telah ditemukan seorang perempuan belia telungkup di dekat taman dengan keadaan punggung ditusuk berkali-kali hingga tewas. Beberapa polisi termasuk Ishikawa pun menyelidiki identitas korban yang diketahui namanya Azusa, 15 tahun dan mencari pelaku kejahatan sadis itu. Tak perlu waktu lama, polisi sudah menemukan pelakunya. Yuuki Tanaka, 16 tahun pengidap keterbelakangan mental dan autisme, Namun, arwah Azusa bilang bukan dia pelakunya. Karena itulah Ishikawa berusaha mengungkap siapa pembunuh sebenarnya.

 
image source: here edited by me
Karena tidak tahu kapan akan mati, aku ingin mati berguna untuk orang lain
Kasus pun berlanjut dengan ditemukannya mayat laki-laki dengan kepalanya hancur tepat di bagian otak. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, kejahatan tersebut merupakan kejahatan terencana. Si pelaku menggunakan alat pemadam api yang ditaruh di lorong apartemen dan menggunakan jas hujan hitam. Belum usai kasus pemukulan tersebut, muncul kasus yang sama--dilihat dari adanya tanda goresan di dada korban. Jika diamati, ini merupakan kasus pembunuhan berantai. Apakah Ishikawa dapat mengungkap siapa pelakunya dan menyelamatkan korban selanjutnya? Tunggu saja di volume 3.

☆☆☆☆

Kali ini aku lebih fokus kepada korban pembunuhan yang digambarkan sangat tragis. Iya. Mulai dari proses otopsi mayat hingga hancurnya kepala di bagian otak. Iseng-iseng main google tentang otopsi mayat. Ternyata otopsi mayat itu menyeramkan. Kalau tidak kuat melihatnya pasti akan mual. Aku mau menjelaskan proses otopsi di komik ini tapi baru memikirkannya sudah ingin mual /yaudah. Ya, pokoknya gitulah :')

Perlu kantong plastik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...